Gaya Hidup

Dari Mie Lendir sampai Gonggong: Peta Kuliner Batam untuk Akhir Pekan

27 Mei 2026 · 2 menit baca

Batam bukan cuma mal dan pelabuhan. Dari sarapan mie lendir di Bengkong sampai gonggong rebus di Barelang, inilah rute kuliner yang layak dicoba akhir pekan ini.

BATAM — Tanyakan pada warga Batam ke mana harus makan enak, dan bersiaplah mendengar perdebatan panjang. Kota ini adalah persimpangan rasa: Melayu, Tionghoa, Minang, Jawa, dan India bertemu di satu meja. Untuk akhir pekan ini, berikut rute yang sudah teruji lidah warga.

Mulailah pagi di Bengkong dengan semangkuk mie lendir — mi kuning berkuah kacang kental kecokelatan yang gurihnya khas, ditemani telur rebus setengah matang dan taburan cabai rawit. Pasangannya wajib: teh obeng, es teh manis khas Batam yang namanya konon berasal dari lidah lokal menyebut "teh o bing" alias teh tanpa susu pakai es.

Menjelang siang, bergeser ke Nagoya untuk sup ikan legendaris. Potongan tenggiri segar, kuah bening asam-segar dengan sawi asin dan tomat hijau — sederhana tetapi sulit ditiru di kota lain karena ikannya turun langsung dari laut Kepri. Jangan lupa luti gendang, roti goreng isi abon ikan yang pas dijadikan buah tangan.

Sore hingga malam adalah waktunya melipir ke Barelang. Kelong-kelong di sepanjang jembatan menyajikan gonggong, siput laut ikon Kepri yang direbus dan dicocol sambal — kenyal, manis, dan bikin nagih. Duduk lesehan menghadap laut sambil menunggu matahari tenggelam di sela jembatan adalah ritual wajib warga Batam menjamu tamu luar kota.

Tutup malam di kedai kopi peranakan di Jodoh atau Windsor: kopi o panas, roti bakar srikaya, dan obrolan yang tidak buru-buru. Di Batam, makan bukan sekadar kenyang — ia cara kota ini bercerita tentang siapa saja yang pernah singgah dan memutuskan menetap.

#kuliner #wisata #barelang #nagoya