Koridor padat pekerja Batamindo mendapat tambahan bus baru. Waktu tunggu di jam sibuk ditargetkan turun dari 30 menit menjadi 15 menit, dengan pembayaran nontunai penuh.
BATAM — Kabar baik untuk ribuan pekerja yang tiap pagi berjubel di halte-halte Mukakuning. Layanan bus Trans Batam menambah armada di koridor yang melayani kawasan industri Batamindo, salah satu rute terpadat di kota ini. Dengan tambahan bus baru, waktu tunggu di jam sibuk ditargetkan terpangkas dari sekitar 30 menit menjadi 15 menit.
Koridor Mukakuning selama ini menjadi urat nadi komuter Batam. Setiap pergantian sif, ribuan pekerja elektronik bergerak serentak dari Batu Aji, Sagulung, dan Tembesi menuju gerbang Batamindo. Kapasitas yang tidak sebanding membuat banyak pekerja akhirnya memilih ojek daring atau motor pribadi, yang berujung pada kepadatan di simpang-simpang utama.
Selain penambahan unit, Dinas Perhubungan juga membenahi sisi layanan. Seluruh armada kini menerima pembayaran nontunai — kartu uang elektronik maupun pindai QR — sehingga naik-turun penumpang lebih cepat. Jadwal kedatangan bus mulai bisa dipantau lewat aplikasi, dan beberapa halte di titik ramai diperbaiki atapnya serta ditambah penerangan untuk keamanan pekerja sif malam.
Serikat pekerja menyambut positif langkah ini, sembari menitip catatan: rute pengumpan dari perumahan-perumahan baru di Tembesi dan Marina belum terjangkau, memaksa pekerja tetap keluar ongkos ganda. Dinas Perhubungan menyatakan kajian rute pengumpan sedang berjalan dan akan diprioritaskan pada perubahan anggaran berikutnya.
Dalam rencana jangka panjang, Trans Batam disiapkan menjadi tulang punggung angkutan massal kota dengan jalur khusus di ruas-ruas tertentu. Untuk kota yang tumbuh secepat Batam, perlombaan antara jalan dan kendaraan hanya bisa dimenangkan angkutan umum yang layak.